Jual Beli Lisensi Klub Bola Indonesia Masih Dipermainkan

Persoalan kecurangan pada dunia sepak bola Indonesia tidak kunjung mereda. Segala praktik memainkan skor, memanipulasi pertandingan, dan struktural birokrasi pejabat masih saja terjadi. Pelenggangan praktik ini tak kunjung menemui titik temu. Mental moral yang buruk sepertinya menjadi penyebab utama. Deretan nama-nama klub tersangkut masalah ini.

Dalam sebuah kompetisi pertandingan sepak bola ada istilah tren “klub instan” yang sangat sering terjadi pada satu dekade akhir ini. Terjadinya fenomena ini karena ada beberapa klub yang bisa masuk liga semaunya. Padahal harus memulai perhelatan dari liga kasta terbawah. Apabila memang mampu akan berpindah ke liga lain yang lebih bergengsi, biasanya berurutan sesuai abjad.

Biasanya hal ini terjadi karena terdapat sebuah klub yang mengalami masalah finansial, kemudian diakuisisi ke kasta lain. Sehingga para investor data sgp dengan leluasa memindahkan homebase-nya ke bagian yang menguntungkan.

Praktik Jual Beli Lisensi Klub di Indonesia

Ditandai dengan munculnya klub baru Perseru Badak Lampung FC di Liga 1. Meskipun praktik ini sudah berjalan cukup lama dan Badak Lampung FC bukanlah pioneer praktik jual beli lisensi klub. Sebelumnya terdapat empat klub baru yang juga tiba-tiba ada di kasta teratas usai mampu mengakusisi klub lain. Antara lain mereka adalah Bhayangkara FC, Tira Persikabo, Bali United, dan Madura United.

Saat itu bermula dengan Bhayangkara FC dualism Persebaya yang beralih ke Liga Primer Indonesia (LPI). Pada waktu bersamaan Klub Persikubar Kutai Barat yang merupakan bukanlah klub kasta teratas diboyong ke Surabaya dan diubah nama menjadi Persebaya FC untuk main di ISL sebagai kasta teratas. Karena mengalami masalah legalitas menyebabkan harusnya perubahan nama diganti menjadi Bhayangkara FC setelah merger dengan PS Polri.

Ada lagi yaitu Bali United, klub milik Yabes Tanuri ini mengakusisi dan membeli lisensi klub yang sedang sekarat, Persisam Putra Samarinda. Kemudian klub ini dibawa ke Bali dan diubah namanya menjadi Bali United. Klub ini malah sangat dikenal sekarang sebab memiliki permainan yang baik di setiap laga.

Sedangkan ada lagi dengan cara yang sama Tira Persikabo dan Madura United. Tira Persikabo ada karena setelah mengakusisi Persiram Raja Ampat. Madura United hadir setelah mengakusisi klub bola Persipasi Bandung Raya.

Aturan yang Dibuat FIFA

Sebagai induk persatuan sepak bola dunia, FIFA memiliki tanggungjawab dalam meregulasi berjalannya setiap klub dan pertandingan sepak bola yang diselenggarakan. FIFA memiliki regulasi tentang jual beli lisensi klub yang dituangkan di aturan yang dibuatnya. FIFA berhak mengatur persoalan pemain, kompetisi, dan federasi. Bisa disebut memiliki fungsi pengaturan law of the game.

Statua dan regulasi FIFA yang mengatur tentang lisensi klub secara terang menjelaskan apabila lisensi klub tidak bisa dipindah tangankan. Namun dalam aturannya bisa saja berpindah dengan syarat dan sesuai aturan yang berlaku. Lisensi klub bisa dijual apabila memang mengalami kebangkutan atau secara sengaja dibubarkan. Tapi yang tidak boleh yaitu lisensi dijual ketika klub sedang mengikuti laga kompetisi.

Kebanyakan yang terjadi kegiatan ini ada ketika investor masuk dengan dalih menyelamatkan klub yang bangkrut. Karena otoritas atas pendanaan, maka memiliki hak untuk penggantian nama klub serta memindahkan homebase atau kendang. Tidak ada perubahan secara hukum, melainkan hanya sebatas komposisi saham manajemen.

Pengakuisisian pada klub sepak bola di Indonesia sama seperti mendirikan klub baru. Merombah total semua dengan dalih membeli lisensi untuk tujuan mendapatkan kursi pada klub yang dibeli. Biasanya karena posisinya yang berada di liga teratas.

Bagaimana pun juga secara prinsip aspek yang ada sudah dijalankan seperti legalitas, infrastruktur, finansial, pembinaan olahraga, dan manajemen klub. Sehingga membuat AFC dan PSSI selalu pihak yang berwenang di persepakbolaan Indonesia tidak mampu mengotak-atik.

Etika Setiap Klub Sepak Bola

Seharusnya apabila sesuai etika setiap klub sepak bola baru yang didirikan harus memulai dari awal perjuangannya dari Liga 3. Jikalau memang mampu dan juara di liga tersebut, pasti akan naik kasta ke liga di atasnya. Demi menjual nama dan pertandingan praktik ini tetap berjalan dengan mulus.

Karena pada dasarnya pergantian logo, nama, dan homebase tidak melanggar aturan hukum sama sekali. Namun menimbulkan keirian dan dengki dari klub lain yang sudah lama berdiri serta berusaha naik kasta secara sportif. Tetapi tetap saja, asalkan bisa datang dengan melesat sorotan media dan masyarakat mengikuti.

Yang terjadi pada klub baru dengan memulai perjuangannya dari Liga 3 kebanyakan bernasib buruk. Karena tidak populer, krisis finansial, dan tidak mampu membeli lisensi. Bagaimana pun juga permainan di Liga 1 lebih dinanti penonton. Anggapan sebagai klub besar memiliki permainan yang membelalakan mata. Kemungkinan tidak bernasib baik juga akan menggentayangi klub-klub yang bermain tidak secara sportif. Kendati sebagai klub yang memiliki pendanaan besar membuatnya mampu membeli pemain-pemain legend yang dapat memperkuat tim menjadikannya mampu bertahan.

Pelatih Sepak Bola yang Bisa Membawa Kesuksesan Bagi Tim

Sebagian besar penggemar sepak bola, pasti hanya terfokus kepada pemainnya. Bagaimana pemain itu berlaga di lapangan, penampilan ketika di luar lapangan hingga ke kehidupan privasi dari pemain yang diidolakannya. Namun, mereka jarang untuk melihat siapa pelatih dari pemain tersebut atau pelatih dari tim yang membawa pemain tersebut terkenal dan juga menuju kesuksesan.

Padahal, setiap tim atau pemain yang sukses kariernya di dunia sepak bola tak luput dari campur tangan pelatihnya. Pecinta sepak bola sejati seharusnya melihat keseluruhan agar lebih menghargai lagi tentang usaha keras orang di balik kesuksesan tim atau pemain yang menjadi idola Anda. Di dunia persepak bolaan, ada berbagai macam pelatih. Dari mulai mantan pemain sepak bola, hingga yang sama sekali bukan pemain sepak bola.

Pelatih yang berasal dari mantan pesebak bola menjadi pelatih untuk membagikan pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi seorang pemain. Kebanyakan dari pelatih yang mantan pesebak bola adalah pemain yang dulunya memiliki segusang prestasi. Dengan prestasi itulah, pelatih tersebut bisa dipercaya untuk melatih bibit-bibit pesebak bola agar unggul bahkan melebihi dirinya.

Lalu bagaimana jika pelatih yang bukan mantan pemain sepak bola? Jangan remehkan mengenai pelatihb dengan jenis ini. Karena ada beberapa pelatih dari tim kelas dunia yang mampu membawa timnya sukses. Berikut akan kami jelaskan mengenai hal tersebut.

Daftar Pelatih Sukses dari Mantan Pemain Sepak Bola

Seperti yang sudah dijelaskan di atas jika kebanyakan pelatih sepak bola, dulunya adalah pemain sepak bola. Kebanyakan dari klub menyewa pelatih dari mantan pemain sepak bola yang berprestasi karena menganggap mereka memiliki pengalaman yang bagus di bidang tersebut, serta mampu memberikan ilmu yang berguna untuk para pemain muda yang sedang berjuang di tim tersebut.

Di tim sepak bola dunia 1xbet, ada beberapa nama pelatih yang juga mantan pemain sepak bola. Siapa sajakah dia? Berikut adalah daftarnya :

  1. Diego Simeone

Dulu Diego adalah salah satu pemain yang berasal dari Intermilan dan memiliki posisi sebagai gelandang bertahan. Dulunya, Diego merupakan pemain Intermilan yang cukup profesional dengan keahlian yang dimilikinya.

Kini, Diego telah menjabat sebagai pelatih dari Atletico Madrid dan itu tidak langsung ia dapat setelah keputusannya pensiun pada tahun 2006. Tapi, ketika tahun 2011 kariernya sebagai pelatih mulai dipandang karena anak asuhnya memenangkan tujuh trofi bergengsi.

  1. Frank Rijkaard

Siapa sangka jebolan dari Ajax Amsterdam mampu menjadi pelatih Barcelona pada tahun 2003 hingga 2008. Frank pensiun dari timnya sekitar tahun 1994 dan mulai lembaran baru untuk menjadi pelatih dan berjalan dengan mulus. Buktinya, di bawah asuhannya, Barcelona mampu memenangkan Trofi Liga Champions

  1. Didier Deschamps

Memutuskan pensiun dari Juventus pada tahun 2001, Didier tetap berada di dunia sepak bola dan mencoba peruntungannya sebagai pelatih. Pada tahun 2006-2007, Didier mampu mengarahkan Juventus untuk bisa dipromosikan ke Liga Italia. Dan pada tahun 2018, beliau dapat mengarahkan Timnas Perancis untuk menang di Piala Dunia.

  1. Zinedine Zidane

Siapa yang tidak tahu pemain legenda yang pernah menjadi bagian dari Tim Juventus dan Real Madrid ini? Setelah pensiunnya, ternyata Zidane tidak benar-benar meninggalkan sepak bola dan beralih kariernya sebagai pelatih. Kariernya sebagai pelatih cukup sukses dengan membawa Madrid menang dan membawa 3 trofi Liga Champions.

3 Pelatih Sukses yang Bukan dari Mantan Pemain Sepak Bola

Tidak menjadi pemain sepak bola di masa lalunya, bukan berarti jika orang tersebut tidak mampu melatih para pemain sepak bola untuk meraih kemenangan atas timnya. Di beberapa tim sepak bola dunia, ada beberapa pelatih atau manajer yang memang mampu membawa timnya sukses berkat arahannya kepada para pemain.

Berikut, ada 3 nama pelatih sukses yang latar belakangnya bukan pemain sepak bola :

  1. Andre Villas-Boas

Villas-Boas dulunya adalah seseorang yang mengabdikan dirinya pada Jose Mourinho. Ingin mengubah nasibnya, akhirnya Villas mampu menjadi seorang pelatih dari tim Chealse serta Tottenham Hotspur.

  1. Gerard Houllier

Gerard merupakan sejarah dan ikonik dari seorang pelatih Liverpool yang tak pernah ada pengalaman menjadi pemain sepak bola. Namun, berkat dirinya, tim yang berada di bawah asuhannya mampu memenangkan banyak penghargaan bergengsi. Dan Gerard juga memenangkan penghargaan Ligue 1 di dua klub berbeda.

  1. Carlos Alberto Parreira

Fluminense adalah klub yang diambang kebangkrutan. Akan tetapi, setelah Carlos datang dan menjadi pelatih di sana, klub tersebut mampu mendapatkan 2 gelar liga, dan hal tersebut menjadi perhatian dunia waktu itu. Baik pelatih dari mantan pemain sepak bola ataupun bukan, mereka adalah orang yang cukup berjasa untuk kesuksesan klub tersebut. Tanpa ada campur tangan dari para pelatih, klub tersebut juga tidak mampu untuk bertahan hingga sekarang.

Mulai Negosiasi, Nike jadi Sponsor Apparel untuk Liverpool

Liverpool football club merupakan sebuah klub sepak bola yang berasal dari Inggris yang berbasis di Kota Liverpool. Sampai saat ini, Liverpool merupakan salah satu peserta liga utama Inggris. Hingga kini Liverpool telah memenangkan lima trofi liga champhions UEFA dan juga sebuah klub yang memegang gelar juara liga champions UEFA terbanyak di inggris dan urutan ketiga di eropa.

Liverpool pada awalnya didirikan tahun 1982 yang kemudian bergabung dengan football league pada tahun 1983. Masa kejayaan Liverpool yang paling uskses dan tercatat dalam sejarah adalah tahun 1970 dan 1980 saat Bill Shankly dan Bob Paisley memimpin Liverpool dengan mencetak 11 gelar liga dan 7 piala eropa.

Liverpool juga memiliki sejarah persaingan yang cukup panjang dengan klub tetangganya yaitu Manchester United dan Everton. Sepanjang sejarah premier league, Liverpool masuk dalam salah satu dari 7 tim yang belum terdegradasi. Liverpool awalnya didirikan sebagai akibat dari perseteruan antara komite everton football club dengan john houlding yaitu seorang presiden klub yang juga pemilik dari stadion anfield.

Sejauh ini Liverpool telah mengantongi delapan belas trofi liga utama inggris dan selama 16 tahun terakhir premiere league bergilir Liverpool belum pernah sekalipun memenangkan kejuaraan tersebut. Tetapi Liverpool telah memegang tujuh trofi piala liga. Liverpool juga pernah meraih gelar ganda dengan menjuarai liga dan piala FA tahun 1986 serta memenangkan 3 trofi dalam satu musim sebanyak dua kali.

Liverpool Mulai Negosiasi Nike sebagai Sponsor 

Sebagai salah satu tim yang mampu bermain secara konsisten di musim 2018 pada kompetisi premiere league, Liverpool berada di posisi atas dengan 82 poin. Selain itu, di Champions league, Liverpool masuk ke dalam babak semifinal setelah mengalahkan football club porto. Liverpool telah bermain cukup baik di semua pertandingan pada musim ini.

Akibat prestasi yang dibuat Liverpool, membuat beberapa apparel besar tertarik untuk menjadikan Liverpool sponsor utama dari mereka. Hal ini juga dikarenakan kontrak Liverpool dengan New Balance akan berakhir di akhir musim 2019 yang akan datang. Namun saat ini pihak Liverpool sedang melakukan negosiasi dengan perusahaan Nike.

Sebelumnya kontrak Liverpool dengan New Balance bernilai 45 juta poundsterling pertahun. Namun kini nilai kerjasama antara Liverpool dengan Nike cukup besar dari sebelumnya, yaitu senilai 750 juta poundsterling. Selain Nike yang ingin menjadi sponsor utama Liverpool, beberapa perusahaan seperti Adidas dan juga Puma tertarik untuk menjadikan Liverpool sponsor utama mereka.

Kemungkinan Nike Bola88 akan dipilih oleh Liverpool karena Nike menawarkan kontrak yang lebih tinggi dibandingkan dengan apparel lainnya. Jika Liverpool secara resmi menerima kontrak kerjasama dengan Nike maka Liverpool akan menjadi klub dengan pendapatan tertinggi dari segi sponsor. Sedangkan sebelumnya telah diketahui bahwa Manchester City telah menandatangani kontrak kerjasama dengan Puma sebesar 650 juta poundsterling untuk sepuluh tahun ke depan.

Nike, Sponsor Appeal bagi Liverpool

Saat ini Liverpool tengah berada dalam tahap negosiasi dengan salah satu perusahaan apparel yang berasal dari Inggris, yaitu Nike. Jika Liverpool sepakat bekerjasama dengan Nike maka Liverpool akan berpeluang untuk melewati Manchester United sebagai klub yang memiliki nilai kontrak tertinggi di premiere league.

Hingga saat ini Liverpool masih menjalin kontrak dengan New Balance dan kontrak akan berakhir pada akhir musim 2019. New Balance ingin memperpanjang kontrak dengan Liverpool jika bisa menyamai tawaran dari Nike. Selama New Balance menjadi sponsor Liverpool, Liverpool membuat profit sensasional yang membuat apparel lain tertarik ingin berkejasama dengan Liverpool.

Pada tahun 2018 profit yang diraih Liverpool sebelum pajak mencapai angka 125 juta poundsterling yang membuat New Balance juga ikut mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Sampai saat ini Liverpool juga sudah melakukan negosiasi dengan Puma dan juga Adidas. Tetapi Adidas maupun Puma belum masuk ke dalam perhitungan Liverpool.

Hal inilah yang membuat peluang Nike semakin besar. Selain penawaran yang ditawarkan Nike cukup besar dan juga karena tidak ada yang bisa menyamai nilai kontrak yang Nike tawarkan kepada Liverpool. Nike kemungkinan besar akan menjadi sponsor utama Liverpool. Pihak Liverpool telah bertemu dengan perwakilan dari Nike dan diharapkan dengan jalur distribusi yang lebih luas lagi, baik Liverpool maupun Nike dapat meraih keuntungan yang lebih besar lagi. Itulah tadi sedikit informasi mengenai Liverpool football club asal inggris dan mungkin Anda adalah salah satu penggemarnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda, dan semakin mendukung kiprah Liverpool di dunia persepakbolaan. Kita sebagai warga Negara Indonesia bisa mengambil positifnya dengan mencontoh eksistensi dan kerja keras Liverpool dari awal berkiprah hingga saat ini.